" H. NADALSYAH (KOYEM) BERPULANG, KEHILANGAN PUTRA TERBAIKNYA DUKA MENYELIMUTI BARITO UTARA DAN KALIMANTAN TENGAH "

" H. NADALSYAH (KOYEM) BERPULANG, KEHILANGAN PUTRA TERBAIKNYA DUKA MENYELIMUTI BARITO UTARA DAN KALIMANTAN TENGAH "

TARGET OPERASI - Palangka Raya:

     Kabar duka menyelimuti Kalimantan Tengah. H. Nadalsyah (Koyem) bin H. Anton Idris, mantan Bupati Barito Utara dua periode, berpulang ke rahmatullah pada Senin, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 19.00 WIB di Jakarta. Kepergian sosok yang akrab disapa Koyem tersebut sontak menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, masyarakat Barito Utara, serta para kolega dan kader politik yang selama ini mengenalnya.

     Kabar wafatnya Nadalsyah dikonfirmasi oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin dan pihak keluarga. Setelah menjalani perawatan di Jakarta, kondisi kesehatan Nadalsyah dikabarkan mengalami penurunan sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin malam. Keluarga kemudian mempersiapkan proses pemulangan jenazah menuju Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.

     Bagi masyarakat Barito Utara, kepulangan tersebut bukan sekadar perjalanan terakhir seorang tokoh dari ibu kota menuju tanah kelahirannya. Muara Teweh menjadi tempat yang menyimpan sebagian besar perjalanan pengabdian H. Nadalsyah dalam membangun dan memimpin daerah. Nama H. Nadalsyah memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan pemerintahan Kabupaten Barito Utara. Ia dipercaya memimpin Barito Utara selama dua periode, yakni 2013–2018 dan 2018–2023.

     Berbagai dinamika pembangunan dan kehidupan sosial-politik daerah berlangsung di bawah kepemimpinannya. Dua periode tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari perjalanan karier politik H. Nadalsyah di Kalimantan Tengah. Tidak hanya dikenal sebagai mantan kepala daerah, H. Nadalsyah juga dikenal sebagai salah satu tokoh politik penting di Kalimantan Tengah. Ia pernah dipercaya memimpin DPD Partai Demokrat Kalimantan Tengah. Sosoknya dikenal luas di tengah masyarakat dengan sapaan akrab Koyem.

     Kepergian Nadalsyah meninggalkan ruang duka yang tidak hanya dirasakan keluarga. Masyarakat Barito Utara kehilangan seorang mantan pemimpinnya. Dunia politik Kalimantan Tengah kehilangan salah satu figur yang selama bertahun-tahun turut mewarnai dinamika politik daerah. Sementara bagi keluarga dan orang-orang terdekat, kepergian tersebut tentu meninggalkan kehilangan yang jauh lebih dalam. Kini, perjalanan panjang itu telah sampai pada penghujungnya. Dari seorang pemimpin daerah, tokoh politik, hingga sosok yang dikenal masyarakat dengan nama Koyem, seluruh rekam perjalanan hidupnya akan menjadi bagian dari sejarah Barito Utara dan Kalimantan Tengah.

     Setelah proses administrasi dan pemulasaraan selesai, jenazah H. Nadalsyah direncanakan dipulangkan dari Jakarta menuju Muara Teweh. Informasi dari pihak keluarga menyebutkan, almarhum selanjutnya akan disemayamkan di Muara Teweh dan direncanakan dimakamkan di Kompleks Islamic Centre Muara Teweh.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin juga membenarkan rencana pemulangan tersebut.
“ H. Nadalsyah Nanti dibawa pulang ke Muara Teweh. Tunggu info selanjutnya,” ungkap Shalahuddin saat dikonfirmasi.
Dari Jakarta, jenazah koyem akan kembali ke Muara Teweh. Kepulangan itu menjadi perjalanan terakhir Nadalsyah menuju tanah yang pernah menjadi bagian penting dari perjalanan hidup dan pengabdiannya.

     Kepergian Nadalsyah menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan kehidupan pada akhirnya akan sampai pada satu titik: kembali kepada Sang Pencipta.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”
Semoga almarhum H. Nadalsyah (Koyem) bin H. Anton Idris mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta memperoleh rahmat dan maghfirah-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan keikhlasan.
Selamat jalan, Koyem.
Pengabdian telah menjadi sejarah, kenangan akan tetap hidup, dan nama akan terus dikenang oleh mereka yang pernah berjalan bersamanya.

( TIM TO )