" DPD PSI KOBAR KONSOLIDASIKAN KEKUATAN HINGGA AKAR RUMPUT, DPC PANGKALAN LADA SIAP JADI KANDANG GAJAH! "
TARGET OPERASI - Kotawaringin Barat:
Konsolidasi organisasi dan penguatan struktur kepengurusan menjadi langkah penting dalam membangun fondasi partai yang terorganisasi hingga tingkat akar rumput. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi dan temu wicara dialogis Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kotawaringin Barat (Kobar) dan pengurus DPC PSI Pangkalan Lada, Senin (12/10/2026) pukul : 19.00 WIB.
Bertempat di Marisha Cafe, kawasan gapura masuk Jalan SMA/SMP Negeri 1 Pangkalan Lada, pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, keterbukaan, dan semangat kebersamaan. Forum ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang konsolidasi untuk membahas pembentukan mesin partai, penguatan kapasitas kader, serta peran organisasi dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPD PSI Kotawaringin Barat, Bro Syahrudin bersama istri, Sis Heny, Sekretaris DPD, Bro Kistolani, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PSI Kobar, Sis Fitri Boga Artanti, Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Bro Subandrio serta anggota, Bro Suhardi. Pertemuan tersebut juga dihadiri jajaran pengurus, kader, dan simpatisan PSI Pangkalan Lada yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.
Dalam sambutan sekaligus arahannya, Ketua DPD PSI Kotawaringin Barat, Bro Syahrudin, menekankan pentingnya membangun mesin partai yang terstruktur, solid, dan mampu menjangkau masyarakat hingga lapisan terbawah. Menurutnya, penguatan organisasi tidak cukup berhenti pada pembentukan kepengurusan di tingkat DPD maupun DPC. Struktur partai perlu dikembangkan secara berjenjang hingga tingkat kelurahan atau desa, bahkan sampai koordinator RW dan RT, sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi. Langkah tersebut dipandang penting untuk memperkuat komunikasi, memperluas jangkauan organisasi, serta memastikan aspirasi masyarakat dapat didengar dan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tepat.
“Partai harus dibangun dengan struktur yang jelas, kepengurusan yang aktif, dan kader yang memahami tanggung jawabnya. Mesin partai harus dipersiapkan sampai tingkat akar rumput agar organisasi benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dikenal melalui nama dan atributnya,” demikian penekanan arahannya.
Bro Syahrudin juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPC PSI Pangkalan Lada terpilih beserta jajaran yang dinilai menunjukkan kesiapan dan kecepatan dalam mempersiapkan pembentukan struktur kepengurusan baru. Ia mengapresiasi kesolidan dan inisiatif pengurus DPC yang telah bergerak menyiapkan fondasi organisasi serta memfasilitasi terselenggaranya kegiatan malam itu. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga forum dialogis dapat berlangsung sebagai ruang komunikasi dan koordinasi antara pengurus DPD dan DPC. Apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa pengembangan organisasi membutuhkan kerja bersama, komunikasi yang berkesinambungan, serta kesediaan setiap pengurus untuk menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya.
Arahan berikutnya disampaikan Sekretaris DPD PSI Kotawaringin Barat, Bro Kistolani. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya kinerja pengurus di setiap tingkatan dalam menuntaskan tugas-tugas organisasi, khususnya penyelesaian pembentukan dan penataan mesin partai di tingkat DPC dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt). Ia menekankan bahwa setiap tingkatan kepengurusan perlu memahami fungsi, tanggung jawab, serta target kerja yang harus diselesaikan. Dengan demikian, pembentukan struktur tidak hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi, tetapi juga harus diikuti dengan aktivitas organisasi yang nyata dan terukur.
Konsolidasi yang baik, menurut arahannya, harus berjalan seiring dengan koordinasi antarpengurus, pembagian tugas yang jelas, dan evaluasi terhadap pelaksanaan program. Dalam kesempatan tersebut, Bro Kistolani juga memaparkan secara singkat visi dan misi PSI sebagai landasan bagi pengurus, kader, dan simpatisan dalam memahami arah perjuangan serta tujuan organisasi. Pemahaman terhadap visi dan misi tersebut dinilai penting agar seluruh unsur partai memiliki orientasi yang selaras dalam menjalankan kegiatan organisasi dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Sesi pengarahan selanjutnya disampaikan Ketua Bapilu DPD PSI Kotawaringin Barat, Sis Fitri Boga Artanti. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pembekalan dan penguatan kapasitas kader sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang sehat, solid, dan berkelanjutan. Ia menggarisbawahi tiga unsur penting yang perlu ditanamkan dalam kehidupan organisasi, yakni soliditas, integritas, dan militansi.
Soliditas diperlukan untuk membangun kebersamaan dan kemampuan bekerja sebagai satu kesatuan. Integritas menjadi landasan dalam menjaga kejujuran, tanggung jawab, serta kepercayaan. Sementara itu, militansi organisasi perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, konsistensi, dan kesungguhan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, penguatan kader tidak cukup hanya melalui instruksi atau pengarahan. Setiap pengurus dan kader perlu memahami perannya, membangun komunikasi yang baik, serta mampu menerjemahkan nilai-nilai organisasi ke dalam tindakan nyata.
Ia juga menjelaskan bahwa pengurus, kader, dan simpatisan merupakan unsur penting dalam menciptakan kehidupan organisasi yang sehat. Ketiganya memiliki ruang kontribusi masing-masing dalam menjaga kebersamaan, menyampaikan informasi, menyerap aspirasi, dan mendukung pelaksanaan program organisasi.
“Kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang berada di dalam struktur, tetapi juga oleh bagaimana setiap orang menjalankan perannya. Soliditas harus dibangun melalui kebersamaan, integritas harus dijaga dalam tindakan, dan militansi harus terlihat dari konsistensi menjalankan tanggung jawab,” menjadi pesan utama dalam arahannya.
Pembekalan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi jajaran DPC PSI Pangkalan Lada untuk membangun pola kerja yang terkoordinasi, memperkuat kapasitas kader, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keberlangsungan organisasi.
Suasana pertemuan semakin dinamis ketika memasuki sesi dialog dan tanya jawab. Para peserta terlihat proaktif menggali informasi mengenai PSI, mekanisme organisasi, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat kepengurusan di tingkat lokal. Salah satu hal yang menarik perhatian dalam forum tersebut adalah usulan terkait kesulitan masyarakat memperoleh air bersih akibat musim kemarau. Bro Narsid, Bro Deny, dan Bro Puji menyampaikan bahwa sejumlah sumber air di beberapa wilayah mengalami kekeringan. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, bahkan harus mengeluarkan biaya yang relatif mahal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mereka mengusulkan penyediaan tandon air yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menyuplai air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Usulan tersebut mengemuka sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar warga. Ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan juga menyangkut kesehatan, kenyamanan, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat. Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris DPD PSI Kotawaringin Barat, Bro Kistolani, memberikan respons positif dan menyatakan kesiapannya untuk mengadakan tandon air sebagaimana diusulkan dalam forum.
Respons tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pertemuan karena memperlihatkan bagaimana dialog organisasi dapat menjadi ruang untuk mengidentifikasi persoalan masyarakat sekaligus membicarakan langkah konkret yang dapat dilakukan. Meski demikian, realisasi bantuan dan pemanfaatannya tetap memerlukan koordinasi lebih lanjut agar penyediaan tandon sesuai dengan kebutuhan, ketersediaan sumber air, dan kondisi warga di lokasi yang membutuhkan. Dari forum dialogis tersebut, satu pesan mengemuka: aspirasi masyarakat perlu didengar, dibahas secara terbuka, dan ditindaklanjuti melalui langkah yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.

Setelah rangkaian pemaparan dan pengarahan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan baru DPC PSI Pangkalan Lada. Agenda ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menata kesiapan kepengurusan untuk menjalankan tugas dan program di tingkat kecamatan. Proses pembentukan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari komitmen untuk membangun struktur organisasi yang lebih tertata dan memperkuat koordinasi dengan jajaran DPD PSI Kotawaringin Barat. Dalam momentum tersebut, bendera PSI resmi dikibarkan oleh Ketua DPC PSI Pangkalan Lada, Noperi Sayang, sebagai simbol dimulainya langkah konsolidasi kepengurusan baru dan semangat untuk mengembangkan organisasi di Kecamatan Pangkalan Lada.
Istilah “Kandang Gajah” pun mengemuka sebagai ungkapan semangat dan identitas perjuangan internal kader PSI. Namun, semangat tersebut tidak berhenti pada simbol maupun slogan, melainkan diharapkan tercermin dalam kedisiplinan berorganisasi, keterlibatan kader, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Suasana semakin bergelora ketika Ketua Bapilu DPD PSI Kobar, Sis Fitri Boga Artanti, memandu yel-yel organisasi yang disambut antusias oleh para peserta. Dengan suara lantang, yel-yel tersebut menggema di sudut-sudut tempat kegiatan:
Pemimpin yel-yel:
“Siapa kita?”
Peserta:
“Aku PSI!”
Pemimpin yel-yel:
“Gajah!”
Peserta:
“Kuat, Bijak, Setia!”
Bersama-sama:
“Gajah! Hu, hu, hu!”
Seruan tersebut menjadi penutup rangkaian konsolidasi yang diwarnai semangat kebersamaan, antusiasme, dan tekad untuk melanjutkan penguatan organisasi.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Meski rangkaian acara berlangsung hingga hampir larut malam, antusiasme peserta tetap terlihat sampai akhir kegiatan. Pertemuan ini menegaskan sejumlah agenda yang menjadi perhatian DPD dan DPC PSI Pangkalan Lada, mulai dari pembentukan struktur organisasi, penyelesaian tugas kepengurusan, penguatan kapasitas kader, hingga penyerapan aspirasi masyarakat. Bagi kepengurusan baru DPC PSI Pangkalan Lada, tahapan berikutnya adalah memastikan hasil konsolidasi dapat diterjemahkan ke dalam program kerja, pembagian tanggung jawab, dan aktivitas organisasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, aspirasi mengenai kebutuhan air bersih menjadi pengingat bahwa persoalan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam dialog organisasi, dengan tindak lanjut yang perlu dikoordinasikan secara konkret. Semangat yang dibangun malam itu diharapkan tidak berhenti pada pengibaran bendera, pembentukan kepengurusan, maupun lantangnya yel-yel. Tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi menjalankan tugas, menjaga komunikasi, dan memastikan setiap rencana memiliki tindak lanjut yang jelas.
Konsolidasi telah dimulai. Struktur mulai ditata. Aspirasi telah disuarakan. Kini, tantangannya adalah membuktikan bahwa setiap langkah organisasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan yang mengemuka dalam temu wicara tersebut, jajaran DPD Kobar dan DPC PSI Pangkalan Lada menutup malam dengan tekad untuk melanjutkan penguatan organisasi dan membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
PSI Pangkalan Lada bersiap melangkah: memperkuat struktur, membangun soliditas, dan menjadikan kerja nyata sebagai bagian penting dari perjalanan organisasi.
( TIM TO )