" KOPDAR DPD PSI KOBAR DI PASIR PANJANG BERLANGSUNG HANGAT, PENYERAHAN PLANK DPRt JADI SIMBOL PENGUATAN ORGANISASI DAN MILITANSI KADER "
TARGET OPERASI - Kotawaringin Barat:
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan silaturahmi dan kopi darat (KOPDAR) bersama anggota serta simpatisan PSI di Desa Pasir Panjang, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu (18/10/2026) pukul : 10.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Samari, kawasan Bundaran Obor, tepatnya di kediaman Ibu Nurhasanah yang dikenal sebagai Penjahit Kilat, menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta mempersiapkan pembentukan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) PSI Desa Pasir Panjang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPD PSI Kotawaringin Barat, Bro Kistolani, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PSI Kobar, Sis Fitri Boga Artanti, Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Bro Subandrio, serta Ketua DPC PSI Kumai, Bro Dery. Pertemuan itu juga diikuti anggota dan simpatisan PSI yang menyambut agenda konsolidasi dengan penuh antusias. Suasana kegiatan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan. Tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, KOPDAR ini dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi politik, penguatan pemahaman kader, sekaligus langkah awal membangun struktur organisasi yang lebih solid di tingkat akar rumput.
Kegiatan dibuka langsung oleh Sekretaris DPD PSI Kobar, Bro Kistolani. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya pembentukan DPRt sebagai bagian dari kelengkapan administrasi organisasi sekaligus upaya membangun mesin partai yang terstruktur hingga tingkat desa. Menurutnya, keberadaan pengurus ranting memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan partai dengan masyarakat. Organisasi yang kuat tidak cukup hanya memiliki kepengurusan di tingkat daerah, tetapi juga harus hadir, dikenal, dan mampu menjalin komunikasi langsung dengan warga. “Konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan atau kumpul bersama. Ini merupakan langkah awal untuk memperkuat struktur organisasi PSI sampai ke tingkat desa. Pembentukan DPRt menjadi bagian penting agar roda organisasi berjalan lebih terarah, administrasi tertata, dan komunikasi dengan masyarakat dapat dibangun secara langsung,” demikian pesan yang dapat merangkum arah pembinaan organisasi yang disampaikan Bro Kistolani.

Ia juga memberikan selayang pandang mengenai PSI, mulai dari pengenalan partai hingga pentingnya memahami nilai dan arah perjuangan organisasi. Penyampaian tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan anggota dan simpatisan sehingga mereka tidak hanya mengenal PSI dari nama, tetapi juga memahami cara berorganisasi dan berkontribusi secara positif. Bro Kistolani menekankan bahwa pemahaman terhadap organisasi merupakan modal awal untuk membangun kader yang memiliki komitmen, tanggung jawab, dan kesadaran dalam menjalankan tugas-tugas kepartaian.
Semangat konsolidasi kemudian dilanjutkan oleh Ketua Bapilu DPD PSI Kobar, Sis Fitri Boga Artanti. Dalam arahannya, ia menitikberatkan pada pentingnya pembekalan kader, penguatan militansi, serta pembangunan budaya organisasi yang terbuka terhadap kritik dan masukan. Menurut Sis Fitri, kader dan simpatisan merupakan bagian penting dalam menggerakkan organisasi. Karena itu, mereka perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai partai, keberanian menyampaikan gagasan, serta kesediaan untuk bekerja bersama demi mencapai tujuan organisasi.
“Menjadi bagian dari PSI bukan hanya soal mengenakan atribut atau menyebut diri sebagai kader. Lebih dari itu, kita harus memiliki semangat, komitmen, dan kemauan untuk bergerak bersama masyarakat. Militansi harus dibangun melalui pemahaman, kerja nyata, dan tanggung jawab terhadap organisasi,” menjadi pesan utama dalam pembekalan kader yang disampaikan Sis Fitri.
Ia juga menegaskan pentingnya keterbukaan dalam kehidupan berorganisasi. Baginya, kritik, saran, dan pendapat yang disampaikan dengan niat membangun harus menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi. “PSI adalah partai yang super terbuka. Karena itu, jangan takut menyampaikan kritik, saran, ataupun pendapat yang membangun. Kita tidak boleh alergi terhadap masukan. Justru melalui komunikasi yang terbuka, kita bisa saling mengingatkan, memperbaiki kekurangan, dan membesarkan organisasi bersama-sama,” demikian ungkapan yang menggambarkan pesan Sis Fitri dalam kegiatan tersebut.
Ia juga berharap para kader dan simpatisan tidak hanya menjadi peserta dalam setiap kegiatan, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, menyerap aspirasi, serta menghadirkan citra partai yang dekat dengan kehidupan rakyat. Bagi Sis Fitri, kekuatan partai tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya struktur organisasi, melainkan juga oleh kualitas kader, soliditas internal, dan kemampuan membangun kepercayaan masyarakat.
Motivasi berikutnya disampaikan oleh Ketua DPC PSI Kumai, Bro Dery. Ia mengajak para anggota dan simpatisan untuk melihat kegiatan berorganisasi sebagai ruang pembelajaran, pengembangan diri, sekaligus kesempatan membangun kebersamaan. Dalam arahannya, Bro Dery membagikan pandangan mengenai pentingnya berorganisasi secara sehat, menjaga komunikasi, dan menumbuhkan rasa nyaman di antara sesama anggota.
“Berorganisasi itu harus bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan. Kita belajar bersama, saling mengenal, saling mendukung, dan bekerja untuk tujuan yang sama. Jangan sampai organisasi justru membuat kita saling menjauh. Sebaliknya, mari jadikan PSI sebagai tempat untuk bertumbuh, memperluas wawasan, dan membangun persaudaraan,” demikian pesan motivasi yang dapat merangkum arah penyampaiannya.
Bro Dery juga mendorong anggota dan simpatisan agar tidak ragu mengambil bagian dalam kegiatan partai. Menurutnya, organisasi akan berkembang apabila setiap anggota memiliki kemauan untuk belajar, menghargai perbedaan pendapat, serta menjaga semangat kebersamaan. Kehadiran Ketua DPC PSI Kumai tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa penguatan organisasi membutuhkan kerja bersama lintas kepengurusan. Konsolidasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus DPD, tetapi juga memerlukan keterlibatan pengurus cabang, ranting, kader, dan simpatisan.
Di tengah pembahasan mengenai konsolidasi dan penguatan organisasi, suasana KOPDAR semakin terasa hangat melalui sajian tradisional berupa singkong rebus, pisang, kacang-kacangan, dan aneka kue. Hidangan sederhana tersebut menghadirkan nuansa kebersamaan yang merakyat. Tidak ada jarak yang kaku di antara peserta. Percakapan berlangsung santai, sementara pesan-pesan organisasi disampaikan dalam suasana kekeluargaan. Kesederhanaan itu menjadi gambaran bahwa kegiatan politik dan organisasi dapat dibangun melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Konsolidasi tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal. Pertemuan sederhana yang membuka ruang dialog, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa memiliki juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang berkelanjutan. Bagi PSI, kedekatan dengan masyarakat perlu diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka, kesediaan mendengar aspirasi, dan keterlibatan nyata dalam kehidupan sosial.
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan secara simbolis plank DPRt PSI Desa Pasir Panjang. Penyerahan ini menjadi penanda semangat penguatan organisasi sekaligus dorongan untuk menindaklanjuti pembentukan kepengurusan ranting di tingkat desa. Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan yel-yel penyemangat yang dipandu oleh Ketua Bapilu DPD PSI Kobar, Sis Fitri Boga Artanti.
Dengan penuh semangat, peserta bersama-sama meneriakkan:
“SIAPA KITA?”
“AKU PSI!”
“GAJAH… KUAT, BIJAK, SETIA!”
“GAJAH… HU, HU, HU!”
Seruan tersebut disambut antusias oleh para peserta. Suasana semakin meriah, mencerminkan semangat kebersamaan dan tekad untuk terus membangun solidaritas di antara anggota serta simpatisan PSI. Bagi peserta, yel-yel tersebut bukan sekadar seruan penyemangat, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan identitas, kekompakan, dan rasa memiliki terhadap organisasi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda kebersamaan dalam agenda konsolidasi PSI di Desa Pasir Panjang. Konsolidasi Bukan Sekadar Pertemuan, tetapi Langkah Menuju Organisasi yang Lebih Kuat. KOPDAR PSI di Desa Pasir Panjang menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi organisasi melalui pembentukan struktur, pembekalan kader, dan pembangunan komunikasi yang terbuka. Kehadiran jajaran DPD PSI Kobar bersama Ketua DPC PSI Kumai memperlihatkan pentingnya sinergi antar pengurus dalam memperluas jangkauan organisasi hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Ke depan, pembentukan DPRt diharapkan tidak berhenti pada kelengkapan administrasi semata, tetapi juga menjadi titik awal bagi penguatan kaderisasi, konsolidasi berkelanjutan, dan penyerapan aspirasi masyarakat. Sebab, organisasi yang tumbuh kuat tidak hanya dibangun melalui struktur kepengurusan, tetapi juga melalui komitmen, kepercayaan, dan kerja bersama seluruh anggotanya.
Dari Pasir Panjang, semangat konsolidasi itu ditegaskan: memperkuat struktur, membangun militansi, merawat keterbukaan, dan mendekatkan partai kepada masyarakat hingga akar rumput.
( TIM TO )