" DARI KAMPUNG DANUM PAROY, KALTIM SEMANGAT BARU DIGAUNGKAN: DPC GERBANG DAYAK KOTAWARINGIN BARAT DIPERCAYA MENJADI TUAN RUMAH RAKERNAS III TAHUN 2027 "
TARGET OPERASI - Kotawaringin Barat:
Dari ujung perjalanan menuju Kampung Danum Paroy, Kecamatan Laham, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, semangat kebersamaan keluarga besar Gerakan Barisan Antang Dayak (GERBANG DAYAK) kembali menemukan momentumnya. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II menjadi panggung konsolidasi nasional sekaligus ruang evaluasi bagi jajaran pengurus Gerbang Dayak dari berbagai daerah. Ditengah suasana kebersamaan, adat, dan kearifan lokal yang kental, DPC Gerbang Dayak Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, hadir dengan formasi lengkap pada hari Jumat sampai Minggu, tanggal 18 - 20 September 2026.
Dipimpin langsung oleh Ketua DPC Julius, seluruh jajaran pengurus DPC Gerbang Dayak Kobar turut hadir sebagai peserta Rakernas II. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi membawa semangat dan keseriusan dalam menjalankan program kerja serta pengabdian kepada masyarakat. DPC Gerbang Dayak Kobar membawa laporan perjalanan kepengurusan, program kerja, kegiatan sosial kemasyarakatan, pendampingan masyarakat serta sejumlah pencapaian yang telah dilakukan sejak pembaruan kepengurusan.
Bagi DPC Gerbang Dayak Kobar, Rakernas II bukan sekadar agenda organisasi tahunan. Forum nasional tersebut menjadi ruang evaluasi, konsolidasi dan penyamaan langkah untuk memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. Di hadapan jajaran DPP, DPD dan DPC Gerbang Dayak se-Kalimantan, DPC Kobar menyampaikan laporan mengenai perkembangan organisasi sejak diterbitkannya SK pembaruan jajaran pengurus pada 11 Juni 2026. Dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan, DPC Gerbang Dayak Kobar di bawah kepemimpinan Julius telah menjalankan sejumlah program dan kegiatan, mulai dari konsolidasi internal, kegiatan sosial kemasyarakatan, komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat, hingga pendampingan terhadap sejumlah persoalan masyarakat yang membutuhkan kehadiran organisasi. Melalui Tim Advokasi DPC Gerbang Dayak Kobar, pendampingan dilakukan melalui komunikasi, koordinasi, klarifikasi, musyawarah dan langkah-langkah penyelesaian yang disesuaikan persoalan masing-masing. Sejumlah pendampingan tersebut juga menghasilkan perkembangan dan penyelesaian terhadap beberapa persoalan masyarakat. Capaian itu kemudian menjadi bagian dari bahan laporan DPC kobar dalam forum Rakernas II. Selain itu, laporan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa proses pembaruan kepengurusan tidak berhenti pada administrasi organisasi, tetapi mulai diterjemahkan dalam kerja nyata di lapangan.

Bagi jajaran pengurus DPC Gerbang Dayak Kobar, laporan bukan sekadar formalitas organisasi. Laporan merupakan bentuk pertanggungjawaban sekaligus evaluasi atas apa yang telah dilakukan sejak kepengurusan baru mulai bekerja. Penyampaian laporan DPC Gerbang Dayak Kobar dilakukan oleh Fitri Boga Artanti, selaku Humas DPC sekaligus Juru Bicara Resmi dan bagian dari Tim Advokasi DPC Gerbang Dayak Kobar. Laporan disampaikan secara sistematis, mencakup perkembangan organisasi, program kerja, kegiatan sosial kemasyarakatan, pendampingan masyarakat, kegiatan advokasi serta sejumlah capaian penyelesaian persoalan yang telah dilakukan dalam periode kepengurusan berjalan. Tidak hanya dalam bentuk penyampaian laporan, DPC Gerbang Dayak Kobar juga menyerahkan dokumen dan berkas fisik sebagai bagian dari pertanggungjawaban administrasi organisasi. Dokumen tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPC Kobar, Julius kepada Ketua DPD Gerbang Dayak Kalimantan Tengah, Dedi Punding, serta kepada jajaran DPP Gerbang Dayak melalui Sekretaris Jenderal,Imam. Penyerahan dokumen tersebut menjadi bagian penting dari komitmen DPC Kobar dalam menjaga tertib administrasi, transparansi pelaporan serta kesinambungan komunikasi dan koordinasi antara DPC, DPD dan DPP. Semangat tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa organisasi membutuhkan kerja yang terukur, dokumentasi yang tertib dan evaluasi yang berkelanjutan.
Momentum Rakernas II semakin istimewa bagi DPC Gerbang Dayak Kobar setelah Kotawaringin Barat ditetapkan sebagai tuan rumah Rakernas III tahun 2027. Penetapan tersebut menjadi amanah sekaligus tanggung jawab baru bagi jajaran DPC Kobar. Kota Manis Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, nantinya akan menjadi tempat berkumpulnya jajaran Gerbang Dayak dari berbagai daerah dalam agenda nasional berikutnya. Bagi DPC Kobar, kepercayaan tersebut bukan sekadar kehormatan, tetapi juga tantangan untuk mempersiapkan pelaksanaan Rakernas III secara matang, profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta. Tidak berhenti pada tugas internal, DPC Gerbang Dayak Kobar juga mendapatkan amanah untuk membantu pengembangan dan pelebaran sayap organisasi ke wilayah kabupaten tetangga. Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Lamandau, bahkan terbuka kemungkinan pengembangan jaringan organisasi menuju wilayah provinsi perbatasan, termasuk Kalimantan Barat, sesuai dengan arahan dan kebijakan organisasi.
Mandat tersebut menjadi bagian dari semangat konsolidasi organisasi agar Gerbang Dayak semakin memiliki jaringan yang kuat, terkoordinasi dan mampu hadir secara konstruktif di tengah masyarakat.
Ketua DPC Gerbang Dayak Kobar, Julius, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Rakernas II di Kampung Danum Paroy, Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh panitia dan jajaran organisasi yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan, termasuk penyambutan, pelayanan, dan jamuan bagi seluruh peserta. Selain itu menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan memberikan pengalaman dan semangat baru bagi jajaran DPC Kobar untuk terus mengembangkan organisasi.
“Atas nama keluarga besar DPC Gerbang Dayak Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kami mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Rakernas II di Kampung Danum Paroy, Kecamatan Laham, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, jajaran DPP, DPD, DPC, DPAC Kalimantan Timur dan seluruh pihak yang telah memberikan penyambutan, pelayanan, serta jamuan yang begitu baik kepada seluruh peserta.” ungkapnya.
Julius menilai suasana kebersamaan yang dibangun selama Rakernas II menjadi energi positif bagi seluruh jajaran organisasi.
“Rakernas II ini bukan hanya menjadi forum menyampaikan laporan dan program kerja, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, konsolidasi dan motivasi seluruh jajaran pengurus Gerbang Dayak dan anggota. Kami datang ke Kampung Danum Paroy membawa laporan kerja, dan kami membawa pulang semangat baru untuk bekerja lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.” jelasnya.
Terkait penetapan Kotawaringin Barat sebagai tuan rumah Rakernas III tahun 2027, Julius menyatakan kesiapan untuk menjalankan amanah tersebut bersama seluruh jajaran DPC Kobar.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada DPC Gerbang Dayak Kotawaringin Barat (Kobar)untuk menjadi tuan rumah Rakernas III tahun 2027. Ini merupakan amanah yang harus kami persiapkan dengan penuh tanggung jawab. Insyaallah, kami akan menyambut seluruh keluarga besar Gerbang Dayak dengan tangan terbuka di Kota Manis Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.” paparnya.
Julius juga menyampaikan bahwa DPC Kobar akan terus melakukan konsolidasi internal dan mempersiapkan pelaksanaan Rakernas III sejak jauh hari.
“Kami menunggu kedatangan seluruh peserta Rakernas III tahun 2027 di Kota Manis Pangkalan Bun. Semoga kebersamaan yang telah dibangun di Danum Paroy dapat terus kita jaga dan kita lanjutkan di Kotawaringin Barat.” tutupnya.
Penasehat DPC Gerbang Dayak Kobar, Richard Paul Targanski, menilai Rakernas II menjadi momentum penting untuk melihat perkembangan organisasi secara objektif sekaligus menyusun langkah ke depan untuk memperkuat organisasi melalui evaluasi dan kerja nyata. Menurutnya, organisasi harus mampu menerjemahkan semangat persatuan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
“Organisasi yang kuat bukan hanya terlihat dari struktur dan jumlah anggotanya, tetapi dari bagaimana seluruh jajaran mampu menjalankan tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Rakernas ini menjadi momentum untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan harus dipertanggungjawabkan, apa yang masih kurang harus diperbaiki, dan apa yang menjadi program kedepan harus dipersiapkan dengan lebih baik.” jelasnya.
Richard juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalitas dalam setiap kegiatan organisasi.
“Pendampingan masyarakat harus dilakukan dengan komunikasi yang baik, administrasi yang tertib, mengedepankan musyawarah dan tetap menghormati hukum. Dengan demikian, keberadaan organisasi dapat memberikan rasa aman, kepercayaan dan manfaat bagi masyarakat. Prinsip tersebut harus terus dijaga.” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Penasehat DPC Gerbang Dayak Kobar, H. Ulama Dahlan, menekankan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas seluruh jajaran. Menurutnya, Rakernas II harus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara DPP, DPD, DPC hingga jajaran organisasi di daerah.
“Rakernas II ini memberikan semangat baru bagi kita semua. Persatuan harus terus dijaga, komunikasi harus diperkuat dan setiap amanah organisasi harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Yang paling penting dari sebuah organisasi adalah kebersamaan. Struktur boleh berbeda wilayah, tetapi semangatnya harus tetap satu.” ungkapnya.
Ia berharap mandat pengembangan organisasi di wilayah sekitar Kotawaringin Barat dapat dijalankan secara terukur dan tetap mengedepankan pendekatan persaudaraan.
“Pelebaran sayap organisasi harus dibangun dengan komunikasi dan pendekatan yang baik. Kita datang untuk membangun kebersamaan, bukan untuk menciptakan sekat. Semangatnya adalah memperkuat persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.” pungkasnya.
Rakernas II di Kampung Danum Paroy, Kalimantan Timur, akhirnya tidak hanya meninggalkan catatan administratif bagi perjalanan DPC Gerbang Dayak Kobar. Forum tersebut menjadi titik penting perjalanan organisasi setelah pembaruan kepengurusan pada Juni 2026. Dari laporan kegiatan, pendampingan masyarakat, capaian penyelesaian sejumlah persoalan hingga mandat pelebaran sayap organisasi, DPC Kobar membawa pulang pekerjaan rumah sekaligus semangat baru. Kini, setelah Danum Paroy menjadi saksi konsolidasi keluarga besar Gerbang Dayak, perhatian mulai diarahkan menuju Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. Di Kota Manis itulah, pada 2027 mendatang, keluarga besar Gerbang Dayak dijadwalkan kembali berhimpun dalam Rakernas III. Dari Danum Paroy menuju Pangkalan Bun, estafet semangat organisasi terus bergerak: memperkuat persatuan, menjaga budaya, memperluas pengabdian dan membangun organisasi yang semakin tertata serta bermartabat. Dan DPC Gerbang Dayak Kobar menyatakan kesiapan untuk menyambutnya.
HANDEP HAPAKAT, ISEN MULANG.
Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata.
( TIM TO )