" PILAR DEMOKRASI LOKAL : PEMILIHAN KETUA RT. 26 TATAS JADI MOMENTUM PERUBAHAN UNTUK MEMBANGUN LINGKUNGAN YANG LEBIH BAIK "
TARGET OPERASI - Kotawaringin Barat :
Pemilihan Ketua RT di RT. 26 Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, menjadi sorotan penting karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Momentum ini tidak hanya tentang memilih seorang pemimpin lokal, tetapi juga tentang menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan musyawarah yang menjadi akar budaya bangsa.
Lurah Ikhsan, dalam wawancaranya, Jumat (27/12/2024), menegaskan bahwa proses pemilihan Ketua RT adalah bentuk demokrasi lokal yang sangat penting. “Pemilihan Ketua RT bukan sekadar formalitas. Ini adalah momen untuk memperkuat solidaritas warga dalam menentukan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif di lingkungan mereka,” jelasnya.
Dalam pemilihan ini, panitia memiliki tanggung jawab besar, mulai dari penerimaan pendaftaran, verifikasi calon, hingga pelaksanaan pemilihan /pemungutan suara. Selain itu juga mengawasi semua proses berjalan transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
“Panitia dan warga memiliki peran yang sama penting. Mereka harus memastikan bahwa proses ini sesuai kesepakatan bersama dan mencerminkan aspirasi warga,” tambah Ikhsan.
Terkait persyaratan ijazah untuk calon Ketua RT yang sempat menjadi isu, Lurah Ikhsan menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berasal dari surat edaran Kecamatan. Namun, ia menegaskan bahwa aturan ini tidak kaku dan dapat disesuaikan berdasarkan musyawarah warga.
“Yang paling penting adalah calon Ketua RT memiliki dedikasi, kejujuran, dan komitmen untuk melayani masyarakat. Kalau warga sepakat, aturan bisa diubah untuk memenuhi kebutuhan lingkungan,” Ungkapnya.
Ketua RT: Lebih dari Sekadar Jabatan.
Ikhsan juga memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua RT yang selama ini telah bekerja keras melayani masyarakat meski tanpa imbalan yang besar. Menurutnya, menjadi Ketua RT adalah sebuah panggilan jiwa, bukan sekedar jabatan administratif.
“Ketua RT adalah pahlawan tanpa tanda jasa di tingkat lokal. Mereka menghadapi tantangan besar setiap hari, mulai dari mengatasi konflik warga hingga membantu administrasi kependudukan. Ini pekerjaan luar biasa yang membutuhkan hati dan komitmen,” Jelas Ikhsan.
Pemilihan Ketua RT juga menjadi sarana edukasi politik bagi generasi muda. Dengan terlibat dalam proses ini, mereka dapat belajar tentang pentingnya partisipasi aktif dalam demokrasi, tanggung jawab sosial, dan bagaimana memilih pemimpin yang baik.
“Anak muda harus diberi ruang untuk memahami bahwa setiap suara mereka penting. Pemilihan ini adalah contoh kecil dari demokrasi yang sebenarnya,” ungkap Lurah Ikhsan.
Dalam kesempatan yang sama, Ikhsan mengajak warga untuk menjadikan pemilihan ini sebagai momentum menghidupkan kembali semangat gotong royong. Ia percaya, dengan bekerja sama, warga dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan harmonis.
“Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat hubungan antarwarga. Bersama-sama, kita bisa menghadapi tantangan dan menciptakan perubahan yang lebih baik,” tuturnya penuh semangat.
Pemilihan Ketua RT.26 Tatas ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan demokrasi lokal yang sehat dan penuh nilai kebersamaan. Dengan mengutamakan musyawarah dan mufakat, warga tidak hanya memilih seorang pemimpin, tetapi juga memperkuat fondasi untuk masa depan yang lebih baik.
“Perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Dari RT kita belajar bahwa kebersamaan adalah kunci menuju kemajuan,” tutup Ikhsan penuh harap.
Masyarakat diharapkan menjadikan momen ini sebagai refleksi akan pentingnya bersatu dan berkontribusi demi masa depan bersama. "Karena masa depan dimulai dari langkah kecil yang diawali dari lingkungan terdekat kita".
( SUBAN / IMAM )