" GELORA RAKERNAS II MENGGEMA HINGGA KARTA MULIA, DPC GERBANG DAYAK KOBAR PERKUAT BARISAN DI SUKAMARA "

" GELORA RAKERNAS II MENGGEMA HINGGA KARTA MULIA, DPC GERBANG DAYAK KOBAR PERKUAT BARISAN DI SUKAMARA "

TARGET OPERASI - Sukamara:

     Semangat penguatan organisasi yang mengemuka dalam Rakernas II Gerbang Dayak di Kampung Danum Paroy, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, mulai diterjemahkan ke dalam langkah nyata di lapangan. DPC Gerbang Dayak Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus mendorong pelebaran jaringan organisasi dengan menjajaki penguatan struktur hingga wilayah Desa Karta Mulia, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang partisipasi masyarakat sekaligus membangun organisasi yang lebih dekat dengan kehidupan warga.

     Desa Karta Mulia dipandang memiliki potensi untuk menjadi salah satu titik penguatan jaringan organisasi. Selain membuka peluang terbentuknya struktur di tingkat kecamatan, kehadiran Gerbang Dayak juga diarahkan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat dan menggali berbagai aspirasi yang berkembang di tingkat bawah. Pada Rabu, 23 September 2026, jajaran DPC Gerbang Dayak Kobar melakukan silaturahmi sekaligus penjajakan pembentukan kepengurusan DPAC di Desa Karta Mulia. Pertemuan yang berlangsung di kediaman Mantir Adat Desa Karta Mulia, Mundur, tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

     Langkah tersebut menjadi bagian dari tugas organisasi DPC Gerbang Dayak Kobar untuk melakukan pelebaran sayap serta memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa. Dalam pertemuan itu, Ketua DPC Gerbang Dayak Kobar, Julius hadir bersama Wakil Ketua Iyan, Penasehat Richard Paul Targanski, Humas Subandrio dan Fitri Boga Artanti. Sejumlah calon pengurus serta anggota juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Koordinasi di lapangan dilakukan oleh Suriansyah, yang diproyeksikan mengemban amanah sebagai Humas DPAC sekaligus koordinator lapangan dalam proses awal pembentukan organisasi di Karta Mulia.

     Pertemuan tidak hanya membahas pembentukan struktur kepengurusan DPAC. Momentum tersebut juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluh kesah dan persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masyarakat. Sejumlah persoalan yang disampaikan selanjutnya akan dihimpun dan dikaji untuk kemudian apabila diperlukan mendapatkan pendampingan dari Tim Advokasi DPC Gerbang Dayak Kobar. Pendampingan tersebut nantinya akan dilakukan dengan tetap mengacu pada mekanisme organisasi serta ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Bagi DPC Gerbang Dayak Kobar, kehadiran organisasi di tengah masyarakat bukan semata-mata berkaitan dengan pembentukan struktur kepengurusan, tetapi juga membuka ruang silaturahmi, komunikasi, penyampaian aspirasi, serta pendampingan masyarakat sesuai koridor hukum.

     Mantir Adat Desa Karta Mulia, Mundur, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua beserta jajaran DPC Gerbang Dayak Kobar, termasuk Tim Advokasi, yang telah hadir secara langsung untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Kehadiran jajaran DPC Kobar dinilai memberikan wawasan baru kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan pemahaman mengenai langkah penyelesaian sesuai aturan yang berlaku. Dalam kesempatan tersebut, Mantir Adat bersama warga juga menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian dari Keluarga besar Gerbang Dayak baik sebagai pengurus maupun anggota. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal awal terbentuknya basis organisasi Gerbang Dayak di Karta Mulia melalui proses perekrutan dan pembentukan struktur DPAC.

     Ketua DPC Gerbang Dayak Kobar, Julius menyampaikan terima kasih atas sambutan dan penerimaan yang diberikan Mantir Adat serta masyarakat Desa Karta Mulia. Menurutnya, keterbukaan masyarakat untuk menjadi bagian dari Keluarga besar Gerbang Dayak merupakan bagian penting dalam proses pengembangan organisasi. Julius juga menegaskan kesiapan DPC Gerbang Dayak Kobar untuk membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan pendampingan, sepanjang dilakukan berdasarkan aturan organisasi dan hukum yang berlaku di Indonesia. Selain itu, Julius juga menjelaskan bahwa perluasan organisasi tidak semata-mata berkaitan dengan bertambahnya struktur kepengurusan. Lebih dari itu, organisasi harus mampu membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, serta menjadi wadah yang positif bagi masyarakat.
“Gerbang Dayak hadir untuk membangun silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Kami ingin organisasi hadir bukan hanya dengan nama dan struktur, tetapi benar-benar memiliki manfaat. Masyarakat harus menjadi bagian dari proses, sehingga aspirasi yang berkembang di lapangan dapat didengar dan diperjuangkan melalui mekanisme yang baik,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat yang dibawa dari Rakernas II di Kampung Danum Paroy adalah semangat persatuan, konsolidasi, dan kerja nyata. Karena itu, setiap langkah perlu dilakukan secara terukur dengan tetap menghormati aturan serta kearifan lokal masyarakat setempat.

      Sementara itu, Humas DPC Gerbang Dayak Kobar Fitri Boga Artanti langsung menyikapi hasil pertemuan dengan menyiapkan langkah administrasi sebagai tindak lanjut pembentukan DPAC. Pengumpulan data diri calon anggota dan calon pengurus akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari persyaratan administrasi perekrutan anggota. Fitri juga memberikan tugas kepada Suriansyah selaku koordinator lapangan untuk membantu proses pendataan koordinasi awal di Karta Mulia. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembentukan struktur kepengurusan DPAC sekaligus memastikan seluruh proses administrasi organisasi berjalan tertib.

      Di tengah dinamika masyarakat yang semakin terbuka, keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) juga perlu dipahami secara proporsional. Ormas pada dasarnya merupakan salah satu ruang bagi masyarakat untuk berhimpun, menyampaikan aspirasi, mengembangkan kegiatan sosial, menjaga kebersamaan, serta ikut mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, masyarakat tidak perlu memandang keberadaan ormas secara apriori. Yang lebih penting adalah melihat bagaimana sebuah organisasi menjalankan kegiatan, menjaga etika, menaati aturan, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

     Sebaliknya, organisasi juga memiliki tanggung jawab untuk membangun kepercayaan publik. Kehadiran ormas harus mampu menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang bukan alasan untuk menciptakan jarak, melainkan menjadi modal untuk memperkuat persatuan. Dalam konteks tersebut, DPC Gerbang Dayak Kobar menilai komunikasi terbuka dengan masyarakat merupakan bagian penting dari proses membangun organisasi. Warga diberikan ruang untuk mengenal organisasi, memahami tujuan dan kegiatannya, sekaligus menyampaikan pandangan maupun aspirasi tanpa harus merasa berada dalam posisi yang berseberangan.

     Rencana penguatan jaringan di Karta Mulia juga diarahkan untuk tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan. Struktur organisasi diharapkan menjadi pintu masuk bagi kegiatan yang lebih konkret dan bermanfaat. Pembentukan DPAC nantinya diharapkan dapat memperkuat komunikasi organisasi hingga tingkat lokal. Dengan struktur yang lebih dekat dengan masyarakat, berbagai persoalan dan aspirasi warga dapat diketahui secara lebih langsung. Namun, proses tersebut tetap akan ditempuh melalui tahapan organisasi dan administrasi yang berlaku. DPC Gerbang Dayak Kobar juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kebersamaan, budaya, sosial kemasyarakatan, dan pembangunan daerah untuk mengenal lebih jauh keberadaan organisasi. Pesan yang dibawa sederhana: organisasi bukan sekadar kumpulan orang, tetapi wadah untuk menyatukan gagasan dan mengubah kepedulian menjadi kerja nyata. Karena itu, semakin banyak masyarakat memahami fungsi dan tanggung jawab sebuah organisasi, semakin sehat pula hubungan antara ormas, masyarakat, dan berbagai unsur pemerintahan.

     Bagi DPC Gerbang Dayak Kobar, perjalanan dari Danum Paroy menuju Karta Mulia bukan sekadar perpindahan lokasi kegiatan. Ini merupakan bagian dari proses menerjemahkan hasil konsolidasi organisasi ke dalam kerja lapangan. Semangat Rakernas II diharapkan tidak berhenti sebagai catatan rapat, tetapi tumbuh menjadi energi untuk memperkuat persaudaraan, memperluas komunikasi, serta membuka ruang pengabdian yang lebih luas. Karta Mulia pun menjadi salah satu titik yang diharapkan dapat melahirkan energi baru bagi penguatan organisasi. Dengan pendekatan yang santun, terbuka, dan mengedepankan kepentingan masyarakat, DPC Gerbang Dayak Kobar optimistis proses tersebut dapat berjalan secara bertahap.
Sebab pada akhirnya, kuatnya sebuah organisasi bukan hanya diukur dari banyaknya struktur yang terbentuk, melainkan dari seberapa besar kehadirannya mampu membangun kepercayaan, menjaga persatuan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Karta Mulia pun menjadi salah satu titik baru dalam perjalanan penguatan jaringan Gerbang Dayak di wilayah Kalimantan Tengah.

( TIM TO )