" ISBDS CIPTA SEJATI GELAR ACARA PEMBUKAAN PUSAT DAYA UNTUK DAERAH KALTENG II, KOBARKAN SEMANGAT LUHUR SILAT WARISAN NUSANTARA DI BUMI MARUNTING BATU AJI "
TARGET OPERASI - Kotawaringin Barat :
Di tengah semilir angin pagi dan gemuruh semangat para pendekar muda, Desa Natai Raya, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, menjadi saksi sejarah penting kebangkitan nilai-nilai luhur warisan bangsa. Institut Seni Bela Diri Silat (ISBDS) Cipta Sejati kembali menorehkan tonggak kebanggaan dengan menggelar Acara Pembukaan Pusat Daya (PPD) untuk Wilayah Kalimantan Tengah II, yang meliputi (Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, dan Seruyan) pada Minggu (13/07/2025).
Lebih dari 200 anggota dan simpatisan keluarga besar ISBDS membanjiri kawasan acara, menjadikan momentum ini bukan sekadar rutinitas organisasi, tetapi sebagai perayaan spiritual, kultural, dan fisik yang mempertemukan jiwa-jiwa pejuang dalam satu ikatan: Cinta terhadap budaya dan bangsa. “Silat bukan sekadar jurus, tapi jalan hidup. Pusat Daya bukan hanya tempat berlatih, tapi titik mula perjalanan karakter yang tangguh dan berbudi luhur,” tegas Ir. Imam Santoso, Guru Besar ISBDS Cipta Sejati, yang memimpin langsung prosesi pembukaan dengan penuh kharisma dan wibawa.

Pembukaan Pusat Daya (PPD) adalah roh dari struktur pembinaan ISBDS. Bukan hanya sebagai tempat latihan fisik, namun pusat pembentukan mental, disiplin, dan nilai spiritual, yang secara konsisten digelar setiap enam bulan sekali di berbagai daerah sebagai bagian dari agenda nasional.
Acara ini diawali dengan:
✅ Latihan pembuka dan peragaan
✅ Senam pelemasan dan teknik pernapasan
✅ Jurus-jurus dasar dan tingkat lanjutan Cipta Sejati
Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Yasin dan doa bersama yang berlangsung khidmat di Gedung Sekretariat, membingkai nilai spiritualitas dalam setiap gerakan silat.

Atmosfer keakraban semakin kental saat seluruh peserta, pelatih, dan tamu undangan menikmati makan bersama, melebur dalam suasana penuh kekeluargaan. Momen ini menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran semangat antar-ranting, memperkuat jalinan persaudaraan pejuang tanpa pamrih. “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada panitia penyelenggara dan seluruh anggota ISBDS Cipta Sejati atas semua kerjasama nya sehingga acara ini berjalan dengan baik dan sukses PPD bukan hanya milik satu orang atau satu wilayah. Ini adalah milik kita semua, tempat di mana kita tumbuh, belajar, dan bersatu dalam satu nafas: Cipta Sejati,” Ungkap Sutariyono, Pelatih Utama Hitam IV sekaligus Koordinator Pelatih Daerah Kalteng II, dengan penuh rasa haru.
Puncak acara berlangsung di Lapangan SDN I Desa Natai Raya, di mana puluhan pendekar memperagakan jurus-jurus pamungkas dengan presisi dan semangat membara. Sebanyak 34 peserta kenaikan tingkat tampil percaya diri, terdiri dari jenjang:
Sabuk Putih (Pemula)
Sabuk Kuning (Dasar I)
Sabuk Hijau (Dasar II)
Sabuk Biru (Dasar III)
Sabuk Coklat (Asisten Pelatih)
Sabuk Hitam I (Pelatih Muda)
Atraksi ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi manifestasi dedikasi, kedisiplinan, dan cinta tanah air melalui gerakan.

ISBDS Cipta Sejati, yang berdiri sejak 31 Agustus 1996, telah membuktikan eksistensinya sebagai garda depan pelestari warisan nusantara. Melalui sistem latihan fisik, mental, dan spiritual, organisasi ini telah mencetak ribuan insan tangguh yang siap menjadi pelindung masyarakat dan penjaga moral bangsa. “Kami membentuk manusia yang utuh, yang kuat dalam raga, jernih dalam pikir, dan lurus dalam niat. Karena silat sejati bukan tentang siapa yang terkuat, tapi siapa yang paling setia menjaga kebaikan,” pungkas Guru Besar Imam Santoso.
Pembukaan PPD ini menjadi simbol kebangkitan peradaban lokal yang berpijak pada nilai-nilai luhur tradisi bangsa. Di tengah derasnya arus modernitas, ISBDS Cipta Sejati menegaskan bahwa akar budaya tidak boleh diputus, justru harus ditanam lebih dalam, agar generasi masa depan tak tercerabut dari jati diri.
Dengan semangat gotong royong, kekeluargaan, dan keikhlasan, acara ini menjadi tonggak pengabdian seni bela diri untuk negeri bukan untuk adu kekuatan, tetapi untuk menjaga kehormatan dan persatuan.
( SUBAN / IMAM )